Kebaya Ibu Iriana Jokowi

images (3)

Dalam pelantikan Bpk Jokowi sebagai presiden di Gedung MPR, Senin, 20 Oktober 2014, sosok Ibu Iriana Joko Widodo turut menjadi pusat perhatian.

Perempuan berusia 51 tahun itu tampak cerah mengenakan kebaya kutu baru berwarna oranye dengan motif bunga. Penampilan perdana Iriana sebagai ibu negara menuai pujian dari kalangan desainer dan pengamat mode.  

Pemilihan kebaya kutu baru yang merupakan kebaya klasik warisan budaya Indonesia dinilai sangat pas untuk momen istimewa tersebut.

“Bu Iriana menampilkan identitas bangsa. Kebaya dengan model kerah kutu baru sudah dikenal sejak era Presiden Soekarno. Kini kebaya kutu baru makin dihargai lagi, dikenakan di acara resmi kenegaraan. Desain dan motifnya juga sangat cocok dengan karakter Iriana yang bersahaja,” ujar pengamat mode kenamaan Sonny Muchlison.

Warna oranye juga memiliki makna yang kuat. Saat diwawancarai pewarta berita Senin pagi sebelum bersiap menghadiri pelantikan, ibu tiga anak tersebut mengatakan bahwa oranye merupakan warna yang dipilihkan Jokowi.

“Oranye  atau jingga seperti warna matahari. Di dalamnya terkandung semangat. Ibu negara ibaratnya baru terbit, cerah dan penuh optimisme,” lanjut Sonny, yang ketika dihubungi sedang berada di Filipina untuk menyiapkan fashion show batik Indonesia di sana.

Iriana memadukan kebayanya dengan selendang berwarna senada, kain batik cokelat sebagai bawahan, selop warna keemasan serta tas putih gading. Pemilihan model dan warna aksesori tidak merebut perhatian utama pada kebaya.

Rambut yang ditata dengan sanggul klasik dan riasan wajah yang tidak berlebihan makin menonjolkan aura first lady Indonesia dalam diri Iriana.

images (9)
“Secara keseluruhan, penampilan saat menghadiri pelantikan Senin lalu merupakan penampilan terbaik beliau. Dari busana, tatanan rambut, hingga riasan, semuanya proporsional, selaras, dan sangat cantik,” puji Sonny, yang concern mengembangkan kain tradisional Indonesia.

Pujian serupa dilontarkan desainer Lenny Agustin. Di mata Lenny, Iriana tampil sangat anggun dan menarik perhatian. “Gaya busananya tidak glamor namun tetap memikat. Model busana klasik dengan pilihan warna jingga merupakan pilihan yang tepat sehingga tidak tampak terlalu klasik,” tuturnya.

Lebih lanjut, perempuan asal Jawa Timur itu menambahkan, seorang ibu negara sebaiknya memang tidak tampil “terlalu modern”.

“Ibu negara mencerminkan identitas bangsa, jangan terlalu modern. Kita memiliki identitas yang harus dibanggakan,” ujar desainer berambut pendek ini.

Untuk penampilan dalam acara-acara kenegaraan berikutnya, Iriana disarankan tetap mempertahankan karakternya yang sederhana dan bersahaja. Indonesia memiliki kekayaan budaya dan tiap daerah memiliki kain tradisional yang bisa diolah menjadi busana memikat dengan tetap membawa identitas bangsa.

“Dari Sabang sampai Merauke punya kain khas masing-masing. Selain kebaya, nantinya bisa pula mengenakan baju kurung, kain tenun, atau songket,” urai Sonny.

Perancang muda Barli Asmara menambahkan masukan mengenai keterpaduan antara busana Iriana dengan Jokowi.

“Sebaiknya ada unsur warna yang sama di dalam busana presiden dan ibu negara. Misalnya, warna selendang senada dengan warna dasi Jokowi. Namun, harus diakui penampilan ketika pelantikan kemarin merupakan penampilan terbaik ibu Iriana,” tuturnya.

070107_671931_iriana_ibu_negara_dlm

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s